Minggu, 11 Desember 2016

My December

Yap.. this is my month, my December.

Bulan yang selalu memberikan cerita "lebih" dibanding cerita cerita di bulan lainnya.

Dulu gue pernah curhat di notes fb kalo ga salah, kalo kejadian-kejadian penting di hidup gue selalu terjadi di pertengahan tahun.
And now i just realized that's not really happen in every mid of the year. Some moments happen in December.

Jelas banget sebenernya, bcause i was born in this month. Jadi kejadian demi kejadian luar biasa harusnya memang terjadi di bulan ini.
Dan ternyata memang ada beberapa keputusan luar biasa penting yang ternyata gue ambil di bulan ini.
Keputusan yang mungkin bisa merubah kehidupan gue 180 derajat. Njir alay. Biarin.

Let me remember it. Kita coba kilas balik ke 5/6 taun sebelum ini.

2010 :
Ga ada keputusan penting disini. But one of my best birthday happens in this year. Desember yang sangaaat berkesan. Abis gue share juga di blog gue sebelumnya. Menyenangkan di awal dan menyebalkan di akhir. Always like that. Hehe.

2011:
Satu keputusan yg cukup penting gue ambil di Desember tahun ini. Tapi gausah diceritain lah ya.. Maybe we only regret the chances we didn't take.

2012:
Ga ada keputusan penting gue ambil disini. But my birthday just was amazing. Ulang taun dikelilingi orang-orang yang sayang ama gue. Gue juga kerja, walo cuma parttime di kafe. Dikado hape bb sama cowo yg sekarang ternyata jd suami gue. Haha. Bukan masalah hapenya, but i know his effort to get that. Temen2 deket masih ada di deket gue saat itu. Belom pada mencar kemana2. Pufft.

2013:
Keputusan yang bagi gue sangaaat penting juga gue ambil disini. Menurut gue ini tentang kedewasaan. My boyfriend was cheated with the bitch. Yap, yang beneran perek. Yang justru malah sangat bangga karena berhasil jd selingkuhan cowo gue saat itu. Dan malah nyuruh gue mutusin cowo gue.
Tapiii akhirnya gue maafin juga. Kalo gue tetep sama ego gue utk ga maafin dia, mungkin sekarang ga akan pernah ada Zoya :)

2014:
This is my first December as a mom. Bagian ininya sih keren. Tp nyebelinnya lebih gede. Haha. Suami gue lupa coba malah pas hari H nya ultah gue. Kmvrt. Tp lucu aja sih jadinya. Pertama kali sejak kenal suami dia prepare nothing buat ultah gue.

2015:
Desember pertama di Makassar. Haha. Dan pas ultah ngepasin DL ke Palopo. Kota kecil tp keren sekitar 8-10jam dr Makassar. Untungnya ditemenin suami. Pas ultah kita ke kafe dan dia "akhirnya" nyanyi lagi buat gue. A little sweet moment.

2016:
Bulan ini? I dont wanna share anything. Biarin untuk tahun ini jadi untold story aja :)
Lagian masih besok juga ultah gue mah. Bhahahaak. Dan ini masih tanggal 12.

Yap..
Menurut gue Desember itu seperti di lagunya Efek Rumah Kaca.
Seperti itulah Desember :')

"Slalu ada yang bernyanyi dan berelegi dibalik awan hitam 
Smoga ada yang menerangi sisi gelap ini
Menanti seperti pelangi 
Setia menunggu hujan reda
Aku selalu suka sehabis hujan di bulan Desember 
Di bulan Desember 
Sampai nanti ketika hujan tak lagi
Meneteskan duka menetas luka
Sampai hujan memulihkan luka
Seperti pelangi setia menunggu hujan reda"

Nb:
Maap kalo grammar nya parah. Haha. Kalo kata Fatia Izzati mah kalo mau bisa basa Inggris, just practice. Salah? Gpp, biar nanti tau mana yang bener ^^

Sabtu, 03 Desember 2016

Menikah adalah...

Apa itu menikah?

Tulisan saya kali ini tidak semata-mata menggambarkan apa yang terjadi di kehidupan saya, melainkan sebuah opini yang saya bentuk setelah mendengar banyak cerita dan kisah baik secara langsung maupun dari media yang semakin merajalela saat ini.

Ya, sekali lagi... apa itu menikah?

Satu lagi, untuk kali ini saya tidak membahas dari segi agama. Karena sudah pasti itu adalah salah satu kewajiban bagi umat manusia. Agama apapun itu pasti menganjurkannya.
Yang saya tanyakan apa itu menikah?
Bagi manusia?

Menghindari dosa, menghalalkan cinta, mendapatkan keturunan dsb masuk kategori agama. Selebihnya?

Pernahkah kalian berpikir, siapa orang yang kalian nikahi?
Apa benar2 merekalah kembaran jiwa kalian?
Sudahkah kalian merasa jujur dengan mereka?
Atau sudahkah mereka jujur dengan kalian?
Masa lalu, masa sekarang, dan masa depan kalian apakah sudah berada di tangan yang yang kalian pikir jodoh kalian?

Mungkin untuk mengetahui itu semua lah kalian menikah.
Ya, itu salah satunya alasan kalian menikah.
Mungkin.

Yang pasti dan yang seharusnya adalah:

Menikah bukanlah sekedar bersama.
Menikah adalah menyatukan dua jiwa.

Yang saya tangkap.
Belum semua orang menikah dengan pasangan jiwa mereka.
Kalau mau dilihat secara sekilas, sebenarnya terlihat mana yang benar-benar bahagia dan mana yang hanya sekedar bersama.
Contoh di kehidupan publik figur:
Alm. Sophan Sofyan dan Widyawati
Glen Alinski dan Chelsea Olivia

Bukan karna mereka mesra di publik lantas saya berkata seperti itu. Toh menurut saya Alm.Sophan Sofyan dan Ibu Widyawati tidak se-sweet pasangan Glen dan Chelsea. Tapi mereka memang terlihat seperti dilahirkan untuk bersama.

Ya, banyak manusia pura-pura merasa bahagia. Dengan apa yang telah mereka jalani.
Karena memang mereka tidak tahu harus bagaimana lagi.
Banyak yang sudah "terlanjur" menikah tapi sebenarnya merasa tidak cocok dan akhirnya tidak bisa berbuat apa-apa. Karena jika ego yang menang, banyak hati yang akan tersakiti.
Sekali lagi, jika disangkutkan dengan agama.. Tuhan tidak pernah menyukai perpisahan.
Bertahan memang merupakan satu-satunya cara.

Cara lainnya adalah, meyakinkan diri kalian bahwa memang merekalah pasangan jiwa kalian.

Menurut saya sedikit simpel sebenarnya untuk mengetahui apa benar pasangan kita adalah belahan jiwa kita.

Yang pertama:
Apa kalian tahu masa lalu pasangan kalian?
Ini cukup penting. Jangan karena skeptis menganggap itu hanya masa lalu lantas menjadi tidak penting. Jangan sampai masa lalu menjadi satu-satunya hal yang tidak kita miliki dari pasangan kita. Sepahit apapun masa lalu, sekedar tahu bukanlah masalah besar. Karena dari situ kita belajar tentang siapa pasangan kita saat ini.

Yang kedua:
Apakah kalian setiap hari, masih merasa ingin tahu apa yang "dirasakan" pasangan kalian? Bukan sekedar apa yang dikerjakan.
Ini penting. Sekali lagi, karena seharusnya menikah bukanlah sekedar bersama. Menikahlah dengan jiwa dan keinginan pasangan kita juga. Tidak selalu setiap saat harus dituruti. Minimal kita tahu apa yang dirasakan dan diinginkan.
Bukankah memang itu inti komunikasi?

Yang ketiga:
Apakah benar-benar she/he is the only one? Apakah perasaan dengan orang lain selain pasangan kalian benar-benar tidak ada atau sudah "selesai"?
Atau jika memang belum selesai atau jika terkadang hadir pemikiran tentang orang baru, apakah kalian merasa bersalah dengan pasangan kalian?
Jika kalian masih merasa bersalah mungkin itu memang hanya "selingan" sementara.
Jadi, tanyakan setiap saat ke dalam diri kita, apakah benar she/he is the one?
Itu menjadi penting karena segala sesuatu yang terjadi di pikiran kita semuanya berasal dari hati.

Ketika ketiga hal diatas dijawab tegas dengan jawaban : Ya
Maka saat itu juga kalian bisa yakin bahwa pasangan kalian adalah belahan jiwa kalian.
Bahwa definisi jodoh memang seperti yang dikatakan orang-orang :
Jodoh adalah orang yang kalian nikahi.
Berbahagialah.

Tapi jika jawabannya "belum"
Maka kalian masih bisa sedikit lega karena "belum" bisa jadi berubah menjadi "sudah" atau "ya"
Yang diperlukan hanyalah waktu dan saling mengenal lagi lebih dalam.
Kalian masih punya kesempatan untuk meyakinkan diri kalian bahwa merekalah sebagian jiwa kalian.

Lalu bagaimana jika jawabannya "tidak" ?

Ya, sekali lagi ini semua tentang pilihan.
1. Tetap bertahan
2. Pergi
Keduanya sama-sama memiliki konsekuensi.
Tetap bertahan dan pura-pura bahagia akan membuat semua orang bahagia, kecuali kita.
Dengan pergi, mungkin kita bisa menemukan kebahagiaan yang selama ini kita pikirkan. Tapi konsekuensinya adalah mengorbankan kebahagiaan orang-orang yang menyayangi kita.

Akan terasa ironis ketika kalian atau pasangan kalian tidak jujur dengan apa yang dirasakan.
Lantas? Seumur hidup penuh dengan ke-pura-pura an?
Apa kalian akan nyaman dengan hal itu?
Yah, akan sangat menyedihkan jika mereka yang kalian pikir pasangan hidup kalian justru orang yang paling tidak tahu apa apa tentang kalian. Tidak tahu apa yang kalian inginkan.


Jadi sekali lagi..
Pernikahan itu seharusnya...
Bisa saling bercerita di malam hari tentang apa yang dikerjakan seharian.. tentang apa yang dirasakan seharian..
Bisa saling tahu apa yang benar-benar diinginkan, bahkan tanpa harus dikatakan..
Bisa saling memeluk semalaman meski dalam diam.. hanya untuk sekedar merasa nyaman..
Bisa mencium dengan lembut tanpa tahu bahwa waktu sedang berjalan..
Bisa merasa bahwa seandainya waktu bisa berhenti disaat sedang berdua..
Dan yang pasti..
Bisa bebas menertawakan masa lalu dan merancang masa depan di waktu yang bersamaan..

( terinspirasi ketika tanggal 30 Nov 2016 kemaren dan diterbitkan pada tanggal 4 Des 2016)

Kamis, 24 November 2016

Siapa yang paling kesepian?

Siapa yang paling kesepian?

Kau atau aku?
Wahai pengelana.

Kau berujar,
Ah, dia tidak pernah memuaskanku
Aku terasa sendiri di bilik pencitraan
Serupa boneka yang dipoles indah
Tanpa diberi jiwa

Lalu aku pun berucap,
Apa yang tertancap di kiasan, bukankah itu nyata?
Kau tidak sendiri
Lantas mengapa masih sepi
Tidak malu kah pada isak tangis ruang tamu?
Yang diam menatap
Menunggu untuk bisa menyeruak masuk

Ah, mengeluhlah terus wahai perasa
Sampai tiba saatnya nadiku merasukimu

Ataukah,
Kau siap?
Untuk kubandingkan denganku?


Rabu, 23 November 2016

Apa itu Hidup?

Apa sih hidup itu?

Beberapa hari kebelakang ini saya terus menerus kepikiran tentang itu. Saya bilang "kepikiran" karena saya sama sekali tidak merencanakan berpikir tentang ini. Tiba-tiba saja mengganggu pikiran.

Apa kalian sudah bahagia?
Apa kita sudah bahagia?
Apa yang kalian lakukan saat ini sudah benar-benar membuat orang yg kalian sayangi bahagia?

Hidup di era tahun 2010 an kesini membuat kita lebih sering berperang batin. Terlalu banyak media yang menghimpit kita dan seakan akan mengharuskan kita untuk memamerkan kebahagiaan kita. Memamerkan kelebihan kita dibanding orang lain atau dibandingkan hidup kita sebelumnya.

Sampai detik itu saya masih belum sadar.

Sampai akhirnya ada satu waktu dimana saya disadarkan bahwa apa yang terlihat bahagia belum tentu yang sebenarnya. Apa yang terlihat sempurna, belum tentu yang senyatanya.

I should be happy seharusnya. Karena contoh kesempurnaan yang saya pikir ada, ternyata memiliki cacat juga.
Naif.

Tapi bukannya itu semua memang tentang hidup?
Mengisi yang kosong.
Mengosongkan yang isi.

Yang akhirnya saya sadar adalah. Tidak ada yang benar-benar kosong. Jika perlu diisi pun sepertinya akan tumpah. Cukup dengan yang ada.

Ketika kamu merasa cukup. Disitulah kebahagiaan tinggal.

Selasa, 22 November 2016

Hai, Bayanganku...

Hai, bayanganku...
Apa kabar?
Ah...tak perlu bertanya seharusnya

Aku dan kamu serupa satu
Jalan yang kita lalui pun sama

Lantas?

Semua tergantung semesta
Ya,
Ada saatnya kau menghilang dari pandangan
Bukan sirna,
Justru menyatu dalam diam

Seperti ketika matahari tepat diatas
Kau bersembunyi dibalik sepatu
Melebur tersipu-sipu

Hai, bayanganku...
Tanpa perlu bercerita, kamu selalu tahu
Mengintip dalam setiap jejak langkah
Mendampingi dalam gelap
Begitupun aku
Melihatmu beriringan disampingku

Kita naif
Berpikir kita bisa menyatu
Saling genggam bahkan mengadu

Tapi apa kamu tahu
Tubuh tanpa bayangan tidak pernah mampu
Kecuali tanpa restu matahari
Lalu kita bisa mati
Menyatu menjadi hantu



Palangkaraya, 23 November 2016

Sabtu, 19 November 2016

...

I'm going crazy!!

(kena virus) AADC

Hahaaa...gue mah gitu orangnya.
Gara-gara abis marathon nonton film-film yang berhubungan dengan "puisi", entah kenapa hasrat buat ikut2an nulis puisi trus jadi muncul lagi tiba-tiba.
Mulai dari film My Love, My Bridge sampe AADC 1 dan 2 (yang sukseeess bikin gue baper saking keren puisinya)


Ketambahan lagi kemaren gue ketemu anak-anak Genk UDA GATAU LAGI. Hahaa. Sambil cerita-cerita heboh gak jelas kek biasanya, tiba-tiba gue keingetan film AADC. Dipikir-pikir karakter kita berlima emang hampir mirip ama karakter anak-anak Genk Cinta.

Resty a.k.a Karmen
Sangar, Galak, Tomboy, tapi diem-diem ngertiin temen2nya banget.

Dewe a.k.a Maura
Gausa ditanya, emang plek ser mirip. Fashionable, cewe banget, dan tukang dandan.

Jeni a.k.a Milly
Sama-sama imut, lucu, penetral suasana

Feby a.k.a Alya
Orang yang paling pengertiaaaan dan dewasa, padahal paling muda diantara kita.

Gue a.k.a Cinta
Hahaha, jangan bandingin mukanya lah, Jauh. Dian Sastro mah the most wanted perempuan se Indonesia Raya. Nah kalo gue? Se-remahan upilnya Dian Sastro doang. Hahaaa.
Tapi yang menurut kita-kita (dan gue) ada kemiripan adalah sama-sama plin plan dan sok bisa bikin suasana rame a.k.a sok ngatur. Dan pinter juga nyembunyiin perasaan. Hahaha. Gue paling bisa nunjukin kalo ga ada apa-apa dgn hidup gue, padahal mah...who knows? :")



Nah jadi gitu ceritanya kenapa gue jadi pengen lagi sok-sok an nulis puisi. Inspirasinya? Yang kelewat di pikiran aja sih.
Abis ini bakal gue share di postingan berikutnya.
Enjoy.



Minggu, 30 Oktober 2016

The One

THE ONE
-Kodaline-


Tell me,
Tell me that you want me,
And I’ll be yours completely
For better or for worse.

I know,
We’ll have our disagreements,
Be fighting for no reason.
I wouldn’t change it for the world.

‘Cause I knew
The first day that I met you
I was never gonna let you,
Let you slip away.

And I
Still remember feeling nervous
Trying to find the words to
Get you here today.

You make my heart feel like it’s summer
When the rain is pouring down.
You make my whole world feel so right when it’s wrong.
That’s how I know you are the one.
That’s why I know you are the one

Life
It’s easy to be scared of.
With you I am prepared for
What is yet to come.

‘Cause our two
Hearts will make it easy
Joining up the pieces
Together making one.

You make my heart feel like it’s summer
When the rain is pouring down
You make my whole world feel so right when it’s wrong
That’s how I know you are the one
That’s why I know you are the one

When we are together you make me feel like my mind is free and my dreams are reachable, whoa
You know I never ever believed in love, I believed one day that you would come along and free me

You make my heart feel like it’s summer
When the rain is pouring down
You make my whole world feel so right when it’s wrong

That’s how I know you are the one
That’s why I know you are the one
That’s why I know you are the one
That’s how I know you are the one

Selasa, 25 Oktober 2016

Hai, RESTY!

Gue sampe bingung mau mulai blog inih gimana. Serius.


Hmmmmmm...
anyway
Hai Resty, HAPPY BIRTHDAY!

Bosen yak pasti denger doa-doa yang gitu gitu aja tiap tahunnya. Makanya gue diem aja sekarang mah. Haha. Ga usah diucapin juga lo pasti tau... jauh di dalem hati, gue pasti ngedoain yang terbaik buat lo dan keluarga lo.

Dulu gue sempet denger dari lo sendiri kalo lo kurang suka ngerayain ultah dan semacamnya *flashback ama kata2 lo waktu di Jackstar*
Dan kalo ga salah kita jadi nangis2 alay gitu yak waktu dulu, karna bahas ulang taun. Hahaa.

Dan disini gue emang ga mau bahas soal ulang taun. Disini gue mau bahas tentang RESTIA VIANI yang gue kenal. 
Mungkin dulu sempet gue post dikit tentang lo di instagram. 
Nah kalo yang ini versi lebih lengkap dan lebih niatnya.


Let's start it...


Pertama kali gue liat elo waktu di OSPEK kampus,
Paling gue inget waktu kita di gedung 4 pas kakak tingkat manggil nama lu buat maju ke depan, dalem batin gue cuma bilang "Dih, ni cewek namanya nyama2in gue aja". 
Udah gitu style elu rada-rada mirip gue pula. Cuek, selengean, dan rada tomboy. Doyan pake kaos, ama sneakers. Bedanya elu tinggi, dan gue...ah sudahlah.

Iyak, awal masuk kuliah lu bareng Dewe dan Jeni mulu. Kemana-mana bertiga. Kita beda genk banget waktu semester 1. Beda kehidupan. Beda dunia (ciee).
Gue segenk ama Febi, Galuh, Tyas, Bita. Anak-anak yang keliatan niat banget kuliah (padahal mah.....:p)
Sementara elu gabungnya ama anak2 yang doyan ngegahul, menikmati hidup banget, dan keliatan ga "ngegagas" kuliah. Hahaha.
Abisnya dulu kalo gue ngeliat elu, Dewe, ama Jeni bawaannya ngebatin..."ni bocah2 pada niat kuliah kagak yak? Kebanyakan gaya banget di kampus. Hahahahaa..."
Tapi pikiran gue tentang elu, Dewe, Jeni masih dalem batas wajar ko. Kalian tetep keren dan ga seliar anak jaman sekarang yang ala ala aw aw aw.

Oke lanjut.
Beneran kenal deket ama seorang RESTIA VIANI adalah ketika Dewe yang masuk duluan ke tim anak-yang-suka-kuliah-telat-tapi-tugas-kelar-dan-kemana-mana-bareng . Sedikit sekilas pandang tentang Dewe. Hahaha. Moga lu baca juga ya weee.
Dulu pertama akhirnya deket ama Dewe waktu pas doi curhat-curhat sampe nangis (iye ga sih?haha) di Kansas gara2 mantannya yang melegenda itu. Si Ad*n. Hahaha. Dahsyat abis gue masih inget nama tu cowok. Dan baru akhirnya Resti dan Jeni ikutan masuk ke tim kita.

Gue lupa pastinya gimana akhirnya Resti dan Jeni tiba-tiba jadi sering main bareng gue, Febi, Galuh. Some peoples comes and go.
Formasi pertemanan juga akhirnya tambal sulam. Ada yang masih bertahan. Tapi ada juga yang pergi. Bagi gue itu pelajaran berharga banget.

Sampe akhirnya yang gue inget tinggal kita berlima yang masih SANGAT dekat. Gue, resti, febi, dewe, jeni. 
Bukan berarti udah ga berteman dengan yang lainnya. Masih baek baek aja ko. Tapi ya itu tadi, some peoples must comes and go...

Pas kerasa banget deket ama ini GENK UDA GATAU LAGI adalah pas kita lagi heboh-hebohnya ngehadapin Tugas Akhir. Pertemanan ini tu berasa pondasi banget yang ngebentuk karakter kita sekarang. Setelah lulus dan mulai ngejalanin hidup yang sebenernya. Bersyukur aja karna kita masih tetep berteman positif dari dulu, dan semoga selamanya. Aamiin...

Oke, sekarang fokus ke Resty nya.
Gausah ditanya sih sedeket apa gue ama ni bocah.
Bukan berarti kita ga pernah marahan. Pernah. Lumayan lama juga. Ampe lebih dari sebulan. Gara-gara hal sepele. Haha.
Cemen banget emang marahannya. Jadi gausa gue ceritain sebabnya ye.

Waktu marahan, Alhamdulillah gue juga ga ada niat ngejelek2in ni bocah. Walo sebenernya gue sempet kecewa banget dulu. Huhu. 
Entahlah, gue juga ga ngerti kenapa gue bisa ga dendam. Padahal gue orangnya ga bisa banget dikecewain (yaelah..haha)


Abis kita marahan, yang ada kita malah makin mesra (njir, najong).
Kemana-mana bareng.
Kerja bareng
Makan bareng
Maen bareng
Kuliah bareng
Bobo bareng
Ngerjain TA bareng
Mudik bareng (sama-sama ke Klaten)
Bener2 seneng susah pernah gue rasain bareng ni bocah kayaknya.

Kalo gue disuruh ngejabarin Resty itu kayak gimana, jawaban gue simpel : TULUS.

Waktu gue lagi kebingungan tentang biaya kuliah dan TA gue, entah bagaimana doi punya aja cara buat ngeringanin beban gue.
Doi ga cuma bantu dari segi finansial aja, tapi juga otak dan tenaga. Nemenin gue kemana-mana survey tentang TA gue. Ngasih semangat waktu gue down. Bantuin ngerjain TA gue juga.
Padahal gue tau banget, dia sebenernya bukan berada di posisi yang bisa bantu gue sebanyak itu. Kita sama-sama tahu apa itu kesulitan yang sebenernya dan apa itu rasa bersyukur.


Dan akhirnya sekarang gue bisa bersyukur dilahirkan sebagai Echi dan semoga elu juga Res. Gue jadi tau rencana Allah buat kita berdua kenapa kita ga dilahirkan di keluarga yang berkecukupan. 
Kita jadi tahu makna banyak hal. Kita juga tau apa itu "berjuang untuk hidup dan untuk keluarga"


Oke well...
Kayaknya gue makin ga jelas meracaunya.
Yang pasti gue cuma mau bilang, "Buruan nikah res, dan bawa calon suami lu ke gueeeeeeeeeeee.."


Semoga elu sehat selalu!
Dan semoga di masa depan nanti kita sama-sama bisa bilang ke masa lalu kita "Makasih yaa buat pelajaran tentang kehidupan yang sangat berharga itu"






Cheers
Love
and
Gaul










Jumat, 30 September 2016

PNS oh....PNS... part.1

Oke...

Sebelum gue lanjut nyeritain kisah-kisah dan turning point di tahun 2011 dan seterusnya, gue disini bakal cerita sedikit tentang pekerjaan gue yang sekarang,
.
.
.
.
Yup. PE-EN-ES..
atau lebih tepatnya sih masih CPNS.
.
.
HUAAAAAA....
Dari kecil (seJUJURnya) gue anti banget sama pekerjaan satu ini. Kedua kakek gue emang tentara (yang notabene PNS), tapi hampir 97% keluarga besar bergelut di bidang profesional, dan bukan peenes. Ada sih satu bude, tapi beliau Dosen..jadi keren keren aja bagi gue.
.
.
Dari kecil gue kemakan mindset kalo PNS itu kerjanya ga asik, banyak yang korupsi, pergi siang pulang siang, atau suka keluyuran, dan kerjaannya terlalu gampang (buahahaak...!gue kudu ketawa)
Tapi 1 hal yang bikin gue anti jadi PNS adalah pekerjaan satu ini pastinya bakal jauh banget ama bidang gue yaitu seni, aka DKV aka Desain Komunikasi Visual.
.
.
Pas kuliah mindset gue tentang PNS lebih kejam lagi. Karna timbul persepsi oleh anak anak kalo anak DKV yang kerja di bank, PNS, or something like that adalah anak DKV yang gagal. Anak DKV yang ga punya karya seni. Anak DKV yang ga kreatif. Dan bagi gue itu lebih serem dari apapun.
Belum lagi bayangan kerjaan PNS yang pastinya ga bersinggungan sm kegiatan yang biasa gue lakuin sebagai anak DKV.
Itu - horor - abis..



Tapi perjalanan gue untuk sampe ke kerjaan ini ga semudah itu, Lumayan perang batin juga, Belum lagi test masuk CPNS yang ketat beut.
Alhamdulillah pas jaman gue daftar, pendaftaran CPNS udah lebih transparan. Ga ada titip2an nama (sejauh ini temen2 gue di kantor pure masuk karna test). Dan ga pake duit sama sekali. 0 rupiah.

Uda jadi rahasia umum kalo jaman dulu masuk PNS aja harus nyiapin duit ratusan juta,
Lu kan mau kerja. Kerja kan buat dapet duit. Kalo lu punya duit ratusan juta buat masuk pns, ngapain lu kerja. Kan uda punya duit. Mending usaha aja.
Itu pemikiran gue selama ini.
Ogah banget masuk kerjaan yang harus bayar2 duit, Selama ini aja gue berusaha banget dapet beasiswa selama SMA dan kuliah. Enak aja kalo mau kerja disuruh bayar juga. Ogah lah.



Back to topic.
Jadi kenapa akhirnya gue memutuskan untuk jadi PNS sebenarnya hanya iseng-iseng semata. Karena lagi hamil dan orangnya ga bisa diem untuk daftar-daftar kerjaan akhirnya gue iseng daftar jadi PNS. Abisnya kalo di swasta pasti dipertimbangkan banget cewe yg lagi hamil. Nah kebetulan pendaftarannya juga via onlen dan gratis. Hehe. Jadi cingcai laaah yaa...

Awalnya gue uda ngincer Kementerian Pariwisata yang sesuai ama jiwa raga - yang suka jalan jalan - hehee... lagipula kalo di Kemenpar, bayangan gue bakalan bikin atribut promosi untuk pariwisata. Jadinya ga jauh jauh lah ya ama DKV.
Tapi ketika gue masuk situsnya di Kemenpar dan baca syarat2nya, gue rada males. Karena sebelum test TKD kita disuruh untuk ngelengkapin berkas2 termasuk TOEFL. Nah peer banget kan..lolos tahap 1 aja belum tentu, tp kita uda disuruh nyiapin macem2. Mana gue posisinya saat itu juga belum test TOEFL. So... Akhirnya gue nyerah.


Singkat cerita gue chatingan ya kan di grup UDAH GAK TAU LAGI.
Disitu Resty cerita kalo dia mau daftar di Kemendikbud, kebetulan ada bukaan untuk jurusan DKV. Si Dewe juga uda minat banget ngedaftar, sampe doi uda beli buku latihan soal CPNS. Hehehe. Gue jadi kepikiran buat nyoba juga,
Selain Kemendikbud ada juga lowongan untuk jurusan kita di LIPI. Dari segi jabatannya gue prefer ke LIPI sebenernya. Gue lupa jabatan apa namanya tapi yang jelas lebih gue banget. Tapi setelah dipikir-pikir dan diskusi ama keluarga, gue akhirnya mutusin buat milih yg Kemendikbud sebagai Penyusun Publikasi.


Di situs tertulis 2 pilihan tempat yang nerima jabatan sebagai Penyusun Publikasi. Yang pertama di LPPPTK KPTK Gedung D Kemendikbud Senayan dan yang satunya lagi PPPPTK BOE Malang.

Nah nyampe sini gue GALAU lagi.
Pertama gue gasuka jakarta karena terlalu hectic buat gue. Gue lebih suka kota yang tenang.
Kedua, gue pernah punya mimpi pengen banget tinggal di kota Malang. Selain kota Bandung, Bogor, dan Jogja yang juga pengen gue tempatin someday.

Kalo dari dua alesan diatas otomatis gue bakal milih Malang.
Tapi setelah gue pikir-pikir, ada beberapa alesan yang bikin gue gajadi pilih itu kota:
1. Gue ga punya sodara disana
2. Pernah ada something di 2011 yang bikin suami gue kezel ama kota Malang, hehe, gara gara gue juga sih.
3. Di Jakarta buaaanyak temeeen..sobat baek gue semua disana
4. Keliatan prestige aja kalo kerja di Kompleks Senayan nya Kemendikbud. Hehe

Jadilah gue memilih LPPPTK KPTK sebagai pilihan pertama dan P4TK BOE di pilihan kedua.



Agustus 2014 gue daftar online.
September 2014 gue test pertama di UNS.
Dan disinilah cerita seru dimulai.....
.
.
.
.
.
.
-to be continue-
















Kamis, 29 September 2016

Flashback : Turning Point di 2010

–sedikit klarifikasi-


 Yup. Ngapain gue bahas masa lalu?
2010 pula yang notabene udah 6 tahun yang lalu.

Bukan apa-apa. Waktu gue baca-baca ulang postingan di blog ini gue ngerasa ada hole besar yang ga tuntas. Seakan-akan disini gue mojokin one person in my past. Padahal realnya tidak seburuk itu.
Selain itu ini cuma sekedar catatan sejarah di kehidupan gue. No offence. Ga bermaksud mengusik masa sekarang (karna gue pun udah cukup hepi dengan kehidupan gue yg ini).

Mungkin bakal ada yang bilang atau mikir, kenapa ga gue hapus aja kalo postingan gue yang dulu itu annoying atau ga penting untuk masa sekarang?? Atau ga gausalah ya diposting di blog.
Bukan gitu. Gue uda banyak nulis catatan kehidupan gue dalam bentuk file di laptop dari dulu. But who knows? Ternyata banyak catatan gue yg hilang seiring gue yang oon nyimpennya atau lenyap gitu aja karna instal ulang atau ganti laptop. Nah, jadi sebenernya inilah tujuan gue blogging atau twiiting atau posting foto di instagram. Selama social media itu tetep eksis (gue sedih banget waktu friendster ngelenyapin foto2 gue), gue jadi punya backup file2 gue di dunia maya.

2010
Gue masih semester 4 dan 5. Jaman-jamannya gue kerja……kerja dimana yah? Hahahaha..lupa kan gueee.
Kalo ga salah taun 2010 gue lama ga kerja. Awal taun sempet kerja di Adios Coffe belakang kampus kalo ga salah. Abis gitu sempet ngelamar kerja juga di salah satu advertising di Solo tapi cm bertahan 2 minggu. Hehe.
Gue stay (baca: ngerepotin. Huhu) salah satu kerabat gue di Solo. Gue numpang tinggal di daerah (jirr gue lupa nama daerahnya…deket rumah pak Jokowi keknya mah).
Soal cinta-cintaan yang kayaknya sedih banget (kalo di postingan blog gue dulu), realnya ga se abal itu sih. Hahaha.. atau karna uda dimakan waktu jadi rasa sakit gue yang dulu malah gue ketawain aja. :p
Inget banget di awal-awal taun abis putus dr mantan gue yg adek tingkat, hehe, gue sempet temenan ama banyak cowo. BACA, temenan ye.. gue mah ga niat pedekate karna saat itu juga masih dibikin kacau hatinya ama mantan gue yg kaka tingkat. Eaaaa.. Gausa bingung, gua mah gitu dulu… dari 2008-2011 gue emg deket ama itu orang. Jadiannya mah bisa diitung jari berapa bulan doang tapi kita tetep temenan (atau apalah itu namanya)
Dan sampe pertengahan taun gue masih dibikin galau tuh ama one person. Inget banget di pertengahan tahun gue hampir move on ke orang lain tapi ya gitu lah..sesuai dengan curhatan gue di postingan lama, gue balikan lagi ke “temen” gue ini.
Dia jadi better person kali ini (yang sayangnya dulu ga gue certain kebaikannya disini, hehe, maap). Dia kek uda jd kakak aja. Sampe kesusahan gue jaman dulu (you know what lah ya) dia bantu gue abis abisan. Buat kuliah gue khususnya.
 Alhamdulillah dulu gue susah move on nya bukan karna gue pernah di”apa-apain”. Kita komit untuk ga aneh2. Tapi ya karna susah nemuin orang yang kalo kita ngeliat orang itu berasa ngeliat diri kita sendiri. Entah sifat, kelakuan, atau mungkin nasib.
Penutup 2010 yang cukup oke. Ulang tahun yang amazing.
Tapi pas bener-bener akhir tahun emang balik lagi sih jadi nyebelin. Haha. Gue dijauhin karna alesan bosen. Hahaha, yaudah lah ya.


Jadi sebenernya menurut gue turning point di tahun 2010 itu adalah pas pertengahan tahun ketika gue say yes buat balikan. Gue menjauhi orang yg udah lumayan deket bgt ama gue. Bisa jadi kalo gue milih ga balikan, masa depan gue sekarang bisa aja beda. Kayak di film favorite gue butterfly effect. Tapi karna ini bukan sesuatu hal yang membuat perubahan besar dalam hidup gue jadi gue sama sekali ga mikirin. Kalopun gue milih ga balikan mungkin perubahan hidup gue hanya dalam hal cinta, yang lebih penting daripada itu ga akan berubah besar. Sementara kehidupan gue kan ga melulu soal cinta.


Intinya bagi gue tahun 2010 tahun yang seru.
Gue deket banget ama anak-anak (baca: Dewe, Resty, Jeni, Febi, Galuh).
Kuliah gue asik banget.
Gue pergi jalan-jalan ke banyak tempat (ga jauh-jauh dari Solo sih, dan gausah nanya ama siapa ye)
Segi asmara juga seru abis. Diputusin, dideketin cowo, balikan, dicintai sebegitu keren, trus  ditinggalin karna bosen. Hehe. Uda kek ngudek adonan. Dibolak balik perasaan gue tahun 2010. Tapi seru!

Orang-orang yang pernah ada di masa lalu gue juga udah pada bahagia sekarang. Dan gue bahagia dengernya.
Yang ade tingkat masih follow2an juga di social media.
Yang kaka tingkat juga uda hepi dengan kehidupan barunya.
Orang-orang yang pernah ada di masa lalu gue juga sudah bahagia ( I  hope)

Gue selalu pengen menjalin hubungan baik dengan semua orang. Bahkan dengan masa lalu. Kalo kata bapak motivator yang sekarang lagi heitz karna kasusnya sih : “berdamailah dengan masa lalu”

Mungkin ada beberapa orang di masa lalu yang hubungannya “terlihat” kurang baik dengan gue. Tapi itu pure hanya untuk menjaga perasaan orang-orang di sekitar kita. Bukan karna gue ga mau, dendam, atau apalah itu.

Oke, 2010 cukup sampe disini.
Abis ini gue bakal cerita tentang tahun 2011 gue yang wow! Bener2 ngerubah hidup gue, bahkan sampai sekarang ! (yaiyelah, ketemu suami di tahun 2011, hehe)






“Your past is always your past. Even if you forget it, it remembers you.” 
 
Sarah Dessen, What Happened to Goodbye

Rabu, 28 September 2016

Siapa saya yang sekarang?

Cieee..sekarang mah gaya yah. Ngomong aku aja pake bilang saya. Biasanya juga gue elu gue elu. Hahaha.
Bukan gimana-gimana, sekarang mah uda kudu nyesuain umur, lingkungan, ama habbit. Karena sekarang udah kerja apalagi di pemerintahan. Jadi we otomatis udah kebiasaan ngomong saya saya an.
Tapi gapapa lah yah. Pengecualian untuk di blog mah bebas. Kumaha aing weh rek ngomong saya, aku, gue, atau aing :p

By the way, sebelum kemaren ujug-ujug buka blog ini, gue sempet kepikiran banyak hal. Selama 3 tahun lebih ini gue udah jarang banget nulis diary, blog, atau twitter. Padahal yang namanya ingatan manusia mah ga selamanya oke. Kadang gue bisa lupa sama apa yang pernah gue rasain atau alamin. Kalo dulu mah ya kaaan..dikit-dikit curhat di twitter. Sekarang mah boro-boro, twitter aja udah hamper ga pernah kejamah.
Dan ceritanya kemaren gue berusaha banget nginget2 username dan password blog inih. Karena PEER banget kalo harus buat dari awal. Walo sempet gagal masuk karena gue lupa passwordnya :p


Oke, balik ke judul.
Siapa gue yang sekarang ?
Masih jadi Descy Arfiyani alias Echi alias Sayur alias Onyon alias Selena Gomez atau udah berganti jadi Gigi Hadid ?

Yah yang terakhir mah ga mungkin banget kali ye. Hehe.
Gue masih Descy Arfiyani di KTP. Masih Echi kalo dipanggil orang2. Masih Sayur kalo dipanggil Adit. Masih Onyon kalo dipanggil sama Tia. Dan masih Selena Gomez di khayalannya :p

Tapiiii ada 1 tambahan panggilan dahsyat sekarang mah. Yup : mamah.

Wuhuuuu… dodol dodol gini sekarang gue udah jadi istri orang dan ibu dari seorang bayi awesome bernama Zoyavanya Putri Zeha.


Jangan Tanya kejadian apa aja yang gue alamin selama 3 tahun menghilang dari dunia per blog an. Buanyaaaaaakkkk.
Ntar gue bakal share satu persatu kisah penting atau bahkan turning point di kehidupan gue.
Tapi karna judul postingan kali ini adalah “Siapa saya yang sekarang?”
Jawabannya….


Gue masih Descy Arfiyani. Seorang manusia berzodiak sagitarius dan bergolongan darah B (Alhamdulillah belum ganti).
Sekarang gue adalah seorang CPNS (yang insyaallah C nya ilang dalam beberapa bulan kedepan) di salah satu UPT Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Sekarang gue stay di Makassar. Yang SAMA SEKALI kagak pernah kebayang di khalayan maupun mimpi gue selama ini.
Sekarang gue adalah istri dari mantan pacar gue Faizal Reza Nurzeha yang sebelum sebelum ini juga sering gue share di blog. Dan juga seorang ibu (muda dan cantik J) dari seorang bayi bernama Zoyavanya Putri Zeha.


Banyak banget hal yang berubah sejak gue terakhir posting di blog ini. Terutama dalam hal financial. Ga pernah kebayang sebelumnya hanya dalam waktu 3 tahun (bahkan realnya hanya dalam waktu 1 tahun) hidup gue kayak dibalik 180 derajat sama Allah SWT. Alhamdulillah.

Dari dulu gue selalu yakin kalo Allah itu Maha Pembolak Balik Keadaan. Ga selamanya kita sedih terus dan ga selamanya kita bakal bahagia terus. Kita kudu siap dengan segala hal yang bakal muncul di kehidupan kita.

Orang-orang yang ada di masa lalu gue pasti uda apal banget gue dulu orangnya kayak apa. Bisa makan enak aja gue mah uda bersyukur banget. Bahkan bisa lulus kuliah aja uda achievement yang keren banget buat gue yang sepanjang gue kuliah gue harus kerja dan ngerepotin banyak orang. Fiiuh..jadi sedih.


Oke udah dulu lah yah ceritanya.
Lebih detailnya bakal gue share lagi ntar.





Kiss kiss kiss :*




WHOAAAAAAA....

I'M BACK!


Seperti apa saya setelah menghilang lebih dari 3 tahun? (di dunia per blog an aja si, hehe)
Hahahaha.....
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
-to be continue-