Selasa, 22 November 2016

Hai, Bayanganku...

Hai, bayanganku...
Apa kabar?
Ah...tak perlu bertanya seharusnya

Aku dan kamu serupa satu
Jalan yang kita lalui pun sama

Lantas?

Semua tergantung semesta
Ya,
Ada saatnya kau menghilang dari pandangan
Bukan sirna,
Justru menyatu dalam diam

Seperti ketika matahari tepat diatas
Kau bersembunyi dibalik sepatu
Melebur tersipu-sipu

Hai, bayanganku...
Tanpa perlu bercerita, kamu selalu tahu
Mengintip dalam setiap jejak langkah
Mendampingi dalam gelap
Begitupun aku
Melihatmu beriringan disampingku

Kita naif
Berpikir kita bisa menyatu
Saling genggam bahkan mengadu

Tapi apa kamu tahu
Tubuh tanpa bayangan tidak pernah mampu
Kecuali tanpa restu matahari
Lalu kita bisa mati
Menyatu menjadi hantu



Palangkaraya, 23 November 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar