Siapa yang paling kesepian?
Kau atau aku?
Wahai pengelana.
Kau berujar,
Ah, dia tidak pernah memuaskanku
Aku terasa sendiri di bilik pencitraan
Serupa boneka yang dipoles indah
Tanpa diberi jiwa
Lalu aku pun berucap,
Apa yang tertancap di kiasan, bukankah itu nyata?
Kau tidak sendiri
Lantas mengapa masih sepi
Tidak malu kah pada isak tangis ruang tamu?
Yang diam menatap
Menunggu untuk bisa menyeruak masuk
Ah, mengeluhlah terus wahai perasa
Sampai tiba saatnya nadiku merasukimu
Ataukah,
Kau siap?
Untuk kubandingkan denganku?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar