Kamis, 24 November 2016

Siapa yang paling kesepian?

Siapa yang paling kesepian?

Kau atau aku?
Wahai pengelana.

Kau berujar,
Ah, dia tidak pernah memuaskanku
Aku terasa sendiri di bilik pencitraan
Serupa boneka yang dipoles indah
Tanpa diberi jiwa

Lalu aku pun berucap,
Apa yang tertancap di kiasan, bukankah itu nyata?
Kau tidak sendiri
Lantas mengapa masih sepi
Tidak malu kah pada isak tangis ruang tamu?
Yang diam menatap
Menunggu untuk bisa menyeruak masuk

Ah, mengeluhlah terus wahai perasa
Sampai tiba saatnya nadiku merasukimu

Ataukah,
Kau siap?
Untuk kubandingkan denganku?


Rabu, 23 November 2016

Apa itu Hidup?

Apa sih hidup itu?

Beberapa hari kebelakang ini saya terus menerus kepikiran tentang itu. Saya bilang "kepikiran" karena saya sama sekali tidak merencanakan berpikir tentang ini. Tiba-tiba saja mengganggu pikiran.

Apa kalian sudah bahagia?
Apa kita sudah bahagia?
Apa yang kalian lakukan saat ini sudah benar-benar membuat orang yg kalian sayangi bahagia?

Hidup di era tahun 2010 an kesini membuat kita lebih sering berperang batin. Terlalu banyak media yang menghimpit kita dan seakan akan mengharuskan kita untuk memamerkan kebahagiaan kita. Memamerkan kelebihan kita dibanding orang lain atau dibandingkan hidup kita sebelumnya.

Sampai detik itu saya masih belum sadar.

Sampai akhirnya ada satu waktu dimana saya disadarkan bahwa apa yang terlihat bahagia belum tentu yang sebenarnya. Apa yang terlihat sempurna, belum tentu yang senyatanya.

I should be happy seharusnya. Karena contoh kesempurnaan yang saya pikir ada, ternyata memiliki cacat juga.
Naif.

Tapi bukannya itu semua memang tentang hidup?
Mengisi yang kosong.
Mengosongkan yang isi.

Yang akhirnya saya sadar adalah. Tidak ada yang benar-benar kosong. Jika perlu diisi pun sepertinya akan tumpah. Cukup dengan yang ada.

Ketika kamu merasa cukup. Disitulah kebahagiaan tinggal.

Selasa, 22 November 2016

Hai, Bayanganku...

Hai, bayanganku...
Apa kabar?
Ah...tak perlu bertanya seharusnya

Aku dan kamu serupa satu
Jalan yang kita lalui pun sama

Lantas?

Semua tergantung semesta
Ya,
Ada saatnya kau menghilang dari pandangan
Bukan sirna,
Justru menyatu dalam diam

Seperti ketika matahari tepat diatas
Kau bersembunyi dibalik sepatu
Melebur tersipu-sipu

Hai, bayanganku...
Tanpa perlu bercerita, kamu selalu tahu
Mengintip dalam setiap jejak langkah
Mendampingi dalam gelap
Begitupun aku
Melihatmu beriringan disampingku

Kita naif
Berpikir kita bisa menyatu
Saling genggam bahkan mengadu

Tapi apa kamu tahu
Tubuh tanpa bayangan tidak pernah mampu
Kecuali tanpa restu matahari
Lalu kita bisa mati
Menyatu menjadi hantu



Palangkaraya, 23 November 2016

Sabtu, 19 November 2016

...

I'm going crazy!!

(kena virus) AADC

Hahaaa...gue mah gitu orangnya.
Gara-gara abis marathon nonton film-film yang berhubungan dengan "puisi", entah kenapa hasrat buat ikut2an nulis puisi trus jadi muncul lagi tiba-tiba.
Mulai dari film My Love, My Bridge sampe AADC 1 dan 2 (yang sukseeess bikin gue baper saking keren puisinya)


Ketambahan lagi kemaren gue ketemu anak-anak Genk UDA GATAU LAGI. Hahaa. Sambil cerita-cerita heboh gak jelas kek biasanya, tiba-tiba gue keingetan film AADC. Dipikir-pikir karakter kita berlima emang hampir mirip ama karakter anak-anak Genk Cinta.

Resty a.k.a Karmen
Sangar, Galak, Tomboy, tapi diem-diem ngertiin temen2nya banget.

Dewe a.k.a Maura
Gausa ditanya, emang plek ser mirip. Fashionable, cewe banget, dan tukang dandan.

Jeni a.k.a Milly
Sama-sama imut, lucu, penetral suasana

Feby a.k.a Alya
Orang yang paling pengertiaaaan dan dewasa, padahal paling muda diantara kita.

Gue a.k.a Cinta
Hahaha, jangan bandingin mukanya lah, Jauh. Dian Sastro mah the most wanted perempuan se Indonesia Raya. Nah kalo gue? Se-remahan upilnya Dian Sastro doang. Hahaaa.
Tapi yang menurut kita-kita (dan gue) ada kemiripan adalah sama-sama plin plan dan sok bisa bikin suasana rame a.k.a sok ngatur. Dan pinter juga nyembunyiin perasaan. Hahaha. Gue paling bisa nunjukin kalo ga ada apa-apa dgn hidup gue, padahal mah...who knows? :")



Nah jadi gitu ceritanya kenapa gue jadi pengen lagi sok-sok an nulis puisi. Inspirasinya? Yang kelewat di pikiran aja sih.
Abis ini bakal gue share di postingan berikutnya.
Enjoy.